Banyak individu memiliki cerita yang ingin dituliskan, namun tidak tahu harus memulai dari mana. Pada malam itu, dua penulis dan konsultan berbagi cara agar cerita itu tidak hanya tetap sebagai mimpi.
Setiap orang memiliki cerita, tetapi tidak semua cerita berhasil diterima oleh pembaca. Terkadang, kendalanya bukan karena kurangnya ide, melainkan ketidakpastian untuk memulai dan bingung dalam menyusunnya. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, GEMAR Indonesia kembali menyelenggarakan Pelatihan Penulisan Buku GEMAR yang Kelima, sebagai wadah belajar bagi para pemuda yang ingin mengekspresikan gagasan mereka dalam bentuk tulisan.
Mendalami Dua Narasumber dengan Pandangan Berbeda
Pelatihan ini diadakan pada Selasa, 2 Juni 2026, dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB melalui Zoom Meeting. Dua narasumber hadir, masing-masing membawa pengalaman yang saling melengkapi:
a. Harman Dahsyat, Pendiri IHD Consulting, memberikan sudut pandang tentang pengembangan diri dan profesional.
b. Tisnawati Simowibowo, pengarang novel Giok Sin, berbagi pengalaman dari perspektif kepenulisan karya.
c. Acara ini dipandu oleh dua pembawa acara, yakni Kartika Rahmadana sebagai Ketua GEMAR dan Amy Rahmadania dari Divisi Edukasi GEMAR.
Apa yang Bisa Dibawa Pulang Peserta?
Ada tiga hal yang diharapkan berkembang dari pelatihan ini.
a. Pertama, keberanian untuk mengambil langkah pertama. Banyak karya ditulis setelah paragraf pembuka akhirnya dituliskan dengan penuh keyakinan.
b. Kedua, pemahaman bahwa menulis merupakan keterampilan yang bisa dipelajari, bukan hanya kemampuan yang dimiliki oleh segelintir orang.
c. Ketiga, pengertian bahwa setiap pengalaman sehari-hari, betapapun kecilnya, dapat menjadi materi berharga untuk diceritakan kepada orang lain.
Karena pelatihan ini dilakukan secara daring, peserta dari berbagai daerah dapat berinteraksi dan belajar dari pembicara yang sama tanpa kendala jarak. Sebuah buku dapat berasal dari mana saja, termasuk dari kota kecil yang jauh dari pusat penerbitan.
Saatnya Anak Muda Menulis Ceritanya Sendiri!